Darimana saya harus memulai, saya ingin menulis saja. Ini tentang kisah cinta. Cinta yang dialami setiap orang. Mungkin ini akan membuat pembaca merasa bosan, karena hanya berkaitan tentang kisah cinta yang saya alami.
Adalah hal yang wajar ketika orang mengalami yang namanya cinta, begitu juga dengan saya. Saya juga mengalami yang namanya cinta. Yang saya rasakan adalah rasa deg-degan dan rasa salah tingkah dengan orang itu. Saya tidak aan bercerita secara physically ya, tapi sya akan lebih bicara ke sifat. Bagi saya dia itu sempurna, hahahhahaha. Mungkin memang benar cinta saya sudah pasti bertepuk sebelah tngan, tapi saya bahagia kok, karena saya pernah merasakaan cinta dengan orang itu
Sekarang say bicara sifat ya, dia itu gak ok2 bgt sich, tapi bagi saya dia smart, dewasa, dan sepertinya bisa mengayomi. That’s why saya suka, hahahahhahaa. Setiap kali dia senyum, saya langsung tertarik dan melted tentunya. Hahahahaha, lebay ya saya. Ngomong2 ini cinta pertama saya lho.
Satu hal lagi, dia tahu kalau saya suka ke dia, itu lebih baik, karena saya tidak mau berpura2 lagi. Yah, karena dia tahu, mungkin karena itulah alasan yang tepat dia lakuka, yaitu menjauhi perlahan dari saya. Smpai-sampai nomor HP saya tidak akan pernah dia simpen, dia lebih cuek ke saya. Saya sich ok2 saja, tapi hati saya yang tidak bisa ok. Hati saya sering menangis sendiri karena ketidakadilan ini. Parhanya lagi teman-teman saya banyak yang menjauhi saya Karena CINTA yang tidak saya dapatkan. Mungkin bagi mereka cinta saya salah, tapi sampai sebegitukah sikap mereka ke saya. Dimulai dari orang yang saya cintai, teman-teman saya, dan saya takut jika sampai ke keluarga saya.
Untung saya masih punya teman yang support saya untuk jadi lebih baik, saya juga punya keluarga yang selalu dukung saya, meskipun mereka tidak tahu masalah ini. Satu hal yang bisa saya refleksikan tentang diri saya. Saya ini rapuh meskipun terlihat tegar. Teman-teman, yang meninggalkan saya, kuharap kalian bisa mengerti suatu saat nanti tentang apa yang saya rasakan dan kalian bisa berteman lagi denganku. Untuk orang yang kusayang, aku mohon tetap izinkan aku mencintai dan menyanyangimu meskipun aku tidak ingin memilikimu. Tapi bukan berarti kamu juga menjauhiku.





